Mardewrezt's Blog

September 26, 2010

Tugas Pendidikan Pancasila

Filed under: Tugas Pendidikan Pancasila — mardewrezt @ 4:14 am

Nama anggota kelompok :

– Natalis Deny Putra ( 101214160 )

– Sunu Broto Laksono ( 101214177 )

– Saskia Sagita ( 101214179 )

– Maria Dea Wrestiningtyas ( 101214186 )

– Ulya Awalin Nisaa ( 101214190 )

1. Pancasila merupakan konsensus dari founding fathers (pendiri bangsa) seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Subardjo, A.A Maramis, Abdul Kahar Moezakir, dan Wachid Hasyim yang tergabung dalam BPUPKI atau Dokuritzu Zyunbi Cosakai. Tugas BPUPKI adalah merumuskan rencana pokok bagi kemerdekaan Indonesia dan mempertimbangkan masalah pokok bangsa Indonesia. Pendiri bangsa tersebut merasa perlu membentuk konsensus untuk mengatasi masalah pokok Indonesia dan tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Pancasila itu disepakati sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan kenegaraan.

Pancasila yang lahir pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan dasar negara yang terbaik karena memuat 5 dasar nilai-nilai kenegaraan seperti yang diungkapkan oleh Soekarno,antara lain:

  1. Kebangsaan
  2. Internasionalisme
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Oleh karena itu, nilai dalam Pancasila dimasukkan dalam pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI dan nilai-nilai dalam Pancasila tidak dapat diubah siapa pun.

b.  Kelompok dalam BPUPKI yang ikut dalam konsensus

– Panitia sembilan : merumuskan kesepakatan antara golongan nasionalis dan Islam.

– Panitia kecil : membentuk rancangan UUD.

– Panitia Perancang UUD : membicarakan rancangan UUD.

c. Anggota BPUPKI merupakan cerminan kemajemukan masyarakat Indonesia karena mereka berasal dari berbagai suku bangsa, ras, agama dan partai politik yang berbeda. Anggota BPUPKI antara lain Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Subardjo, A.A Maramis, Abdul Kahar Moezakir, Wachid Hasyim, Abikusno Tjokrosujoso dan Kyai Haji Agus Salim. Soekarno berasal dari Blitar, Jawa Timur dan dari PNI. Mohammad Hatta berasal dari Bukittinggi dan dari PNI Baru. Mohammad Yamin berasal dari Sumatera Barat. Subardjo berasal dari Jawa Barat dan dari Jong Jawa. A.A Maramis berasal dari Sulawesi Utara. Wachid Hasyim berasal dari Jawa Timur dan dari Masyumi.

d. Kerugian hidup dalam masyarakat majemuk :

– Memiliki subkebudayaan masing-masing

– Relatif sering terjadi konflik.

– Terjadi stratifikasi sosial dalam masyarakat

– Integrasi  sosial tumbuh atas dasar paksaan

– Ada dominasi politik oleh suatu kelompok

Keuntungan hidup dalam masyarakat majemuk:

– Saling pengertian antarbudaya dan antarbangsa

– Pengembangan rasa cinta kemanusiaan membina dunia yang aman dan sejahtera

– Setiap kelompok, bangsa duduk bersama dan saling menghargai

– Hidup penuh toleransi

Solusi untuk dapat hidup dalam masyarakat majemuk ada berbagai macam. Salah satu solusi yang sudah dilakukan bangsa ini adalah dengan melahirkan Sumpah Pemuda. Isi dalam Sumpah Pemuda :

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sedangkan langkah nyata yang dapat dilakukan untuk mengatasi keadaan masyarakat majemuk adalah dengan menjunjung tinggi toleransi antarmasyarakat dengan berbagai suku, agama, ras , dan golongan. Saling menghargai, saling menghormati dan saling membantu antarmasyarakat.

e. Konsensus tahun 1945 masih amat relevan untuk masa sekarang karena:

– Pancasila bersifat totaliter, artinya mencakup/mengurusi semua bidang kehidupan

-Pancasila merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat (falsafah).

– Pancasila menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang, budaya dan agama.

– Pancasila mampu membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.

– Pancasila memberi gambaran cita-cita bangsa sekaligus menjadi sumber motivasi dan tekad perjuangan mencapai cita-cita.

– Pancasila memberi tekad untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.Pancasila memberi gambaran identitas bangsa Indonesia.

– Pancasila menyoroti kenyataan yang ada dan mengkritisi upaya perwujudan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila menjadi ukuran untuk melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara kini.

f. Sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ merupakan hasil kompromi dan konsensus dari kelompok Islamisme, Nasionalis dan Sekuler Barat Modern. Nilai-nilai Pancasila dan Piagam Jakarta berintegrasi menjadi Pancasila. Awalnya, sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi seperti ini : “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya “. Bunyi sila pertama tersebut mendapat protes dari banyak kalangan karena ada kata “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya “. Hal tersebut bertentangan dengan konsensus Pancasila yang menjunjung tinggi kemajemukan masyarakat. Kemudian, diadakan kesepakatan antara tokoh Nasionalis, Islamisme dan Sekuler Barat Modern. Di antara kesepakatan mengenai perubahan-perubahan yang dilakukan, terdapat satu perubahan penting. Anak kalimat “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya “ disepakati untuk dihilangkan. Karena itu, sila pertama dalam Pancasila menjadi “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. Dihilangkannya anak kalimat “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya “ itu disetujui oleh semua anggota PPKI dan tokoh dari golongan Nasionalis, Islamisme dan Sekuler Barat Modern. Itu dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa di dalam suatu pernyataan pokok mengenai seluruh bangsa sebaiknya tidak ditempatkan suatu hal yang hanya mengenai sebagian rakyat Indonesia, sekalipun bagian yang terbesar. Pencoretan anak kalimat itu adalah untuk menjaga persatuan bangsa dan keutuhan seluruh wilayah Indonesia.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: