Mardewrezt's Blog

September 26, 2010

Tgs Pancasila

Filed under: Tugas Pendidikan Pancasila — mardewrezt @ 4:32 am

Tugas Pendidikan Pancasila

Maria Dea W.

101214186

1.a. Pancasila Moh. Yamin :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila Soepomo :

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Mufakat dan demokrasi
  4. Musyawarah
  5. Keadilan sosial

Pancasila Soekarno :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan
  3. Mufakat,-atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. ke-Tuhanan yang berkebudayaan

Piagam Jakarta :

“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pembukaan UUD 1945

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Pembukaan

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab

itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan

peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada

saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia

kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu,

berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh

keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat

Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia

yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah

Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan

bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah

Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar

Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik

Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan

Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan

Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial

bagi seluruh rakyat Indonesia.

b. Persamaan Pancasila Soekarno, Piagam Jakarta dan Pembukaan UUD 1945

1.  Isinya sama yaitu pernyataan kemerdekaan walaupun dalam konteks kalimat yang berbeda.

2. Dasar kemanusiaan :

- Dasar kemanusiaan yang dianut sama yaitu berkemanusiaan yang adil dan beradab, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

3. Bentuk negara :

- Bentuk negara yang dianut sama adalah yaitu persatuan mengingat wilayah geografis bangsa Indonesia yang berpulau-pulau dan sangat luas.

Perbedaan Pancasila Soekarno, Piagam Jakarta dan Pembukaan UUD 1945

1. Ketuhanan bangsa Indonesia:

- Dalam Piagam Jakarta tidak dikenal istilah Ketuhanan Yang Maha Esa hanya khusus umat Islam saja. Pada Pembukaan UUD 1945 jelas ditegaskan Tuhan dalam berketuhanan bangsa Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga dengan Pancasila dimana ketuhanan bangsa Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa sesuai sila pertama.

2. Dasar negara yang dianut :

- Dalam Pembukaan UUD 1945 yang dianut adalah undang-undang dasar, sedangkan dalam Piagam Jakarta yang dianut adalah hukum dasar. Hukum mengandung konotasi bereksekusi, atau berarti jika suatu hukum sudah tidak dipenuhi, maka kondisi yang diaturnya tidak berjalan. Sedangkan Pancasila lebih menyangkut pada ketatanegaraan atau organisasi penyelenggaraan negara.

3. Permusyawarahan :

- Dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila jelas disebutkan bahwa yang bermusyawarah adalah seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan pada Piagam Jakarta yang bermusyawarah hanya perwakilan rakyat saja.

c. Soekarno memilih sila pertama yang berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ karena sila tersebut mempunyai makna bahwa ketuhanan rakyat Indonesia adaalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap masyarakat berhak memilih agama kepercayaannya masing-masing.

Soekarno juga memilih sila kelima yang berbunyi “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “ karena sila tersebut mempunyai makna bahwa tidak ada perbedaan bagi seluruh rakyat di segala bidang.

2.a. – bebas : sama sekali terlepas ( tidak terhalang, terganggu,dsb sehingga dapat bergerak, berbicara dsb dengan leluasa )

- kebebasan : suatu keadaan dimana kita dapat bertindak apa pun dengan leluasa

- ketuhanan : segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan

- beragama : menganut kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan kepercayaan itu

- beribadah :

b. Kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

c. Bunyi pasal 29 UUD 1945 adalah :

(1) Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk

agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan

kepercayaannya itu.

Pasal 29 UUD 1945 tersebut merupakan kompromi antara kelompok Islamisme dan sekuler barat modern karena dalam isinya disebutkan bahwa masyarakat Indonesia bebas memilih agama kepercayaannya berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, tidak ada pemaksaan dalam memilih agama. Itu dilakukan berdasarkan pertimbangan antara kelompok Islamisme dan sekuler barat modern bahwa di dalam suatu negara tidak ditempatkan suatu hal yang mendominasi.

d. Bunyi Pancasila sila pertama adalah : “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ , sedangkan bunyi pasal 29 UUD 1945 adalah :

(1) Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk

agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan

kepercayaannya itu.

Keduanya menunjukkan hubungan yang kuat dengan ketuhanan. “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ dalam Pancasila sila pertama mempunyai makna bahwa Ketuhanan yang dianut rakyat Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa itu dan rakyat Indonesia berhak memilih agama apapun . Begitu juga dengan isi pasal 29 UUD 1945 yang mempunyai makna bahwa tiap warga negara bebas memilih agama apa pun dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama tersebut.

Tugas Pendidikan Pancasila

Maria Dea W.

101214186

1.a. Pancasila Moh. Yamin :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila Soepomo :

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Mufakat dan demokrasi
  4. Musyawarah
  5. Keadilan sosial

Pancasila Soekarno :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan
  3. Mufakat,-atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. ke-Tuhanan yang berkebudayaan

Piagam Jakarta :

“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pembukaan UUD 1945

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Pembukaan

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab

itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan

peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada

saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia

kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu,

berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh

keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat

Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia

yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah

Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan

bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah

Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar

Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik

Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan

Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan

Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial

bagi seluruh rakyat Indonesia.

b. Persamaan Pancasila Soekarno, Piagam Jakarta dan Pembukaan UUD 1945

1.  Isinya sama yaitu pernyataan kemerdekaan walaupun dalam konteks kalimat yang berbeda.

2. Dasar kemanusiaan :

- Dasar kemanusiaan yang dianut sama yaitu berkemanusiaan yang adil dan beradab, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

3. Bentuk negara :

- Bentuk negara yang dianut sama adalah yaitu persatuan mengingat wilayah geografis bangsa Indonesia yang berpulau-pulau dan sangat luas.

Perbedaan Pancasila Soekarno, Piagam Jakarta dan Pembukaan UUD 1945

1. Ketuhanan bangsa Indonesia:

- Dalam Piagam Jakarta tidak dikenal istilah Ketuhanan Yang Maha Esa hanya khusus umat Islam saja. Pada Pembukaan UUD 1945 jelas ditegaskan Tuhan dalam berketuhanan bangsa Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga dengan Pancasila dimana ketuhanan bangsa Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa sesuai sila pertama.

2. Dasar negara yang dianut :

- Dalam Pembukaan UUD 1945 yang dianut adalah undang-undang dasar, sedangkan dalam Piagam Jakarta yang dianut adalah hukum dasar. Hukum mengandung konotasi bereksekusi, atau berarti jika suatu hukum sudah tidak dipenuhi, maka kondisi yang diaturnya tidak berjalan. Sedangkan Pancasila lebih menyangkut pada ketatanegaraan atau organisasi penyelenggaraan negara.

3. Permusyawarahan :

- Dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila jelas disebutkan bahwa yang bermusyawarah adalah seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan pada Piagam Jakarta yang bermusyawarah hanya perwakilan rakyat saja.

c. Soekarno memilih sila pertama yang berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ karena sila tersebut mempunyai makna bahwa ketuhanan rakyat Indonesia adaalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap masyarakat berhak memilih agama kepercayaannya masing-masing.

Soekarno juga memilih sila kelima yang berbunyi “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “ karena sila tersebut mempunyai makna bahwa tidak ada perbedaan bagi seluruh rakyat di segala bidang.

2.a. – bebas : sama sekali terlepas ( tidak terhalang, terganggu,dsb sehingga dapat bergerak, berbicara dsb dengan leluasa )

- kebebasan : suatu keadaan dimana kita dapat bertindak apa pun dengan leluasa

- ketuhanan : segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan

- beragama : menganut kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan kepercayaan itu

- beribadah :

b. Kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

c. Bunyi pasal 29 UUD 1945 adalah :

(1) Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk

agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan

kepercayaannya itu.

Pasal 29 UUD 1945 tersebut merupakan kompromi antara kelompok Islamisme dan sekuler barat modern karena dalam isinya disebutkan bahwa masyarakat Indonesia bebas memilih agama kepercayaannya berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, tidak ada pemaksaan dalam memilih agama. Itu dilakukan berdasarkan pertimbangan antara kelompok Islamisme dan sekuler barat modern bahwa di dalam suatu negara tidak ditempatkan suatu hal yang mendominasi.

d. Bunyi Pancasila sila pertama adalah : “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ , sedangkan bunyi pasal 29 UUD 1945 adalah :

(1) Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk

agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan

kepercayaannya itu.

Keduanya menunjukkan hubungan yang kuat dengan ketuhanan. “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ dalam Pancasila sila pertama mempunyai makna bahwa Ketuhanan yang dianut rakyat Indonesia adalah Tuhan Yang Maha Esa itu dan rakyat Indonesia berhak memilih agama apapun . Begitu juga dengan isi pasal 29 UUD 1945 yang mempunyai makna bahwa tiap warga negara bebas memilih agama apa pun dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama tersebut.

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: